Cuplikan Chapter ini
Kabut kembali merayap perlahanmenutup serpihan kilas itu seolah dunia sendiri belum rela melepaskan masa lalu yang diukir dalam darah Namun di tengah putihnya kehampaan Ezra masih berdiri di sana sosoknya menua seakan waktu akhirnya berani menagih semua janji yang pernah ia paksakan pada pundaknya sendiriTatapannya jatuh ke tanah menembus kerikil berdebu seolah mencari jawaban yang tak pernah sempat ia temukanatau mungkin tak pernah berani ia akuiAku melatihmu bukan untuk menj