Cuplikan Chapter ini
Empat puluh lima langkah telah berlaluObor-obor berapi ungu yang tertanam di dinding batu perlahan menyala satu per satu seakan menyambut kehadirannya dalam gelap yang memeluk pekat Cahaya suramnya bergetar lembut membentuk siluet bayang-bayang panjang yang menari di sela kabut lembab lorong guaLangkah-langkahnya bergema pelan di antara dinding yang membatu diam seakan suara sepatunya seperti bisikan dari masa lalu menegaskan bahwa ia belum sendiri di tempat iniatau setidaknya belum