Cuplikan Chapter ini
Dengan mata yang mulai basah Kael tak lagi mampu menahan air yang sejak tadi bergetar di pelupuknya Perlahan butiran itu jatuh jernih namun berat seakan setiap tetesnya membawa beban kerinduan yang telah lama membusuk di dalam dadaPandangannya terpaku pada sosok Lhuna menelannya bulat-bulat dengan luka yang tak bisa disembunyikanIbu terima kasih bisiknya lirih hampir tak terdengar namun sarat maknaUcapan sederhana namun di baliknya tersimpan kehangatan yang telah lama ia r