Cuplikan Chapter ini
Benturan demi benturan beradu tapi perlahan Kael asli mulai kehilangan tempo Bayangan Kael membaca setiap celah setiap detik keterlambatanSatu pukulan menghantam bibir Kael darah segar menyembur Tinju lain mendarat di pipi kepalanya terpelintir ke samping Tumbukan keras menghantam perut dadanya bahunya bahkan dagu yang terangkat terpaksa menerima hantaman kejamLaluSMASHKPukulan brutal tepat di ulu hati membuat tubuh Kael melengkung ke belakang Mulutnya terbuka darah memancar