Cuplikan Chapter ini
SkkrrreeeeekkkSuara itu pecah di udara ketika Kael mendorong perlahan daun pintu kayu jati yang sudah tuaDeritannya melengking serak menggores telinga hingga merayap ke tulang belakangnya seolah cukup untuk membuat bulu kuduknya meremangTap tapLangkah Kael perlahan menembus ambang batasantara badai dingin yang menggila di luar dan kehampaan asing yang menunggu di dalamnya Seolah setiap hentakan kakinya menandai perpindahan dunia meninggalkan bisikan angin beku untuk memasuki