Cuplikan Chapter ini
Setelah bayangan Kael lenyap ditelan pusaran merah tua keheningan kembali menyelimuti SanctumNamun seketikaKael menggenggam dadanya erat Nafasnya terhenti setengah jalan wajahnya menegang alisnya berkerut dalam-dalamSebuah rasa sakit aneh merayap dari dalam tubuhnya bukan seperti luka tusukan atau pukulan melainkan sesuatu yang lebih dalam sesuatu yang menusuk dari lapisan jiwaPerasaan ini gumamnya lirih bibirnya bergetar Matanya melebar seolah ia tak percaya sensasi it