Cuplikan Chapter ini
Benang-benang merah itu berkilau samar menebarkan cahaya tipis setiap kali disentuh pantulan neon Mereka menjelujur di udara seperti jaring laba-laba halus yang siap menjerat mangsanya mengingat setiap tarikan napas setiap getar otot bahkan detak jantung orang-orang di ruanganElara berdiri kaku wajahnya sudah basah air mata bahunya berguncang ketakutan Marrec tak berani lagi menyentuh panel jemarinya menggantung di udara Dren masih memegang senjata tapi pelatuknya tak bergerak ra