Cuplikan Chapter ini
Noxis menegakkan tubuhnya berdiri tegak seperti patung baja di tengah ruang putih yang senyap dan dalam cara ia menatapitu bukan ledakan kemarahan yang mudah ditebak melainkan bara yang telah lama disimpan dingin terkontrol mematikanTopeng paruh panjangnya menelan pipi dan bibirnya sehingga wajah aslinya tak terlihat namun suaranya keluar berat bergema seperti undangan tipu daya yang hendak meleburkan dua jiwa menjadi satu amarah yang mengklaim kekacauan sebagai asal usulnyaOhh