Cuplikan Chapter ini
Pagi itu meja makan terasa lebih sunyi daripada biasanyaTidak ada percakapan ringan tidak ada senda gurau kecil seperti dulu Hanya bunyi sendok yang beradu pelan dengan mangkukritmenya kaku terputus-putus seolah setiap orang sengaja memilih diam agar tidak membuka luka yang masih segarAku mencoba menelan bubur di hadapanku Hangat tapi rasanya hambar Seperti kapas yang mengisi mulut tidak memberi apa pun selain rasa kosong Tenggorokanku terasa sempit dadaku berat Sejak semalam a