Cuplikan Chapter ini
Suasana kantor cukup sepi pagi iniAku melangkah pelan menuju pantry tubuh terasa berat seperti membawa sisa malam yang belum selesai Kantuk masih menekan kelopak mata sementara bayangan laporan di meja seolah memanggil dari kejauhan Aku hanya ingin kopisesuatu yang hangat sesuatu yang netral sesuatu yang tidak menyimpan emosiAku menggeser pintu pantry perlahanRiyu sudah di sanaIa berdiri tenang di depan mesin kopi gerakannya rapi dan terukur seperti orang yang tidak sedang dikeja