Cuplikan Chapter ini
Sore itu setelah semua pekerjaan akhirnya selesai dan layar komputerku benar-benar padam ponselku kembali bergetarPesan dari RiyuPendek SederhanaNamun cukup membuat napasku tersangkut sepersekian detikPulang bareng Kita makan duluAku menatap layar itu lebih lama dari seharusnyaBukan karena ragumelainkan karena tubuhku lebih cepat bereaksi daripada pikirankuAda degup kecil yang berisik di dadaDan sekarang di depan mobilnya aku masih menoleh ke kanan dan kiri memastikan tak ada