Cuplikan Chapter ini
Sore itu langit memerah warna yang biasanya menenangkan justru terasa sayu di mataku Minggu seharusnya menjadi hari yang ringanhari untuk beristirahat menghirup napas tanpa beban pekerjaan membiarkan pikiran mengalir tanpa tujuan Tapi sejak beberapa bulan terakhir hari libur tak lagi terasa berbeda dari hari biasaAku berjalan tanpa tujuan yang jelas Langkahku menyusuri trotoar dengan kepala sedikit tertunduk seolah mencari sesuatu yang bahkan aku sendiri tak tahu bentuknya Ada keko