Cuplikan Chapter ini
Pagi itu tepat sepekan setelah pemakaman udara kantor terasa berbeda sejak aku melangkah masuk Bukan karena pendingin ruangan yang terlalu dingin bukan pula karena derit kursi atau bunyi ketikan keyboard yang saling bersahutan Ada sesuatu yang tak kasatmata menggantung rendah di udaraseperti kabut tipis yang menekan dadaAku tahu alasannya bahkan sebelum melihat ke arah pintu utamaRiyu kembali hari iniKabar itu beredar sejak kemarin sore disampaikan Bu Rini lewat grup internal denga