Cuplikan Chapter ini
Begitu mobil berhenti di depan rumah aku tidak mengatakan apa punKata-kata terasa terlalu berat untuk dikeluarkan seolah jika aku membuka mulut semuanya akan runtuh lagiRiyu ikut turunDan langkahku terlalu lemah untuk menegur atau mengusirnyaAku hanya berjalan dan dia mengikuti di belakang diam seperti bayangan yang setia tapi juga menakutkankarena bayangan selalu tahu ke mana tubuh aslinya pergiPintuku terbukaAku masukDia masukSemudah ituSeolah batas yang selama ini kubangun