Cuplikan Chapter ini
Jam makan siang terasa lebih tenang tanpa Riyu di kantoratau setidaknya begitu yang coba kuyakini Aku duduk berhadapan dengan Bu Rini berusaha fokus pada nasi kotak dan obrolan ringan seputar pekerjaan deadline dan klien yang tidak pernah benar-benar puasHingga tiba-tibaUdah ada kemajuan RePertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Bu Rini Ringan santai seolah sedang bertanya tentang cuaca Bahkan sekarang Bu Rini ikut-ikutan memanggilku ReSendokku berhenti di udaraWajah