Cuplikan Chapter ini
Haruskah aku senangPertanyaan itu menghantam dadaku lebih keras daripada suara Riyu beberapa menit lalu Lebih keras dari langkah kakiku sendiri yang gemetar lebih keras dari detak jantung yang terasa tidak beraturanBerapa tahun aku menungguBerapa malam aku menangis diam-diamBerapa kali aku memaksa diriku untuk berhenti berharap hanya karena satu kenyataan pahit dia memilih orang lainDan kini setelah semuanya berakhir setelah aku dipaksa menelan penolakan tanpa sempat menawar setel