Cuplikan Chapter ini
MirSang pemilik nama membisu Matanya menatap jauh keluar jendela Langit tampak biru seperti bentangan kain satin bersama helaian awan tipis yang bergerak pelan Hangatnya matahari menerpa wajah membuat wajah Miri berseri Rasa kantuk yang datang memaksanya untuk menyipitkan mata Namun setiap kali pelupuknya menutup wajah Arman terbayang lagiArman yang memangkas jarak di antara mereka Dalam sekejap mata pipi mereka bersentuhan Bibir yang beradu dalam sunyi berbagi kehangatan