Cuplikan Chapter ini
Belakangan ini Arman Arkani merasa ia bukan menjadi dirinya sendiri Setiap kali ia bersama dengan seorang teman wanita pikirannya tak pernah ada di tempat Tubuhnya masih bereaksi alami ketika bersanggama dengan lawan main Namun seminggu ini kepalanya tak sedetik pun beranjak dari pertemuannya dengan MiriMiri versi bioskop bukan pekerja restoran berpenampilan kusut Arman tak dapat melupakan wujud menawan dalam gaun putih ketat bermotif bunga bukan seragam kerja ala chef berwarna pu