Cuplikan Chapter ini
Pria yang duduk di bangku panjang tampak familier Ia bangkit berdiri saat Miri mendekat ke arahnya Genggaman tangan Miri pada buket bunga mengencang sementara matanya terpaku pada Arman yang melemparkan senyum ramahKenapa ya aku selalu ketemu kamu di tempat tak terduga ungkap Miri membuat Arman melepaskan tawa kecilSoalnya kemarin aku nggak sempat ikut acara pemakaman Bu Aisha kan balas Arman Mumpung ada waktu aku mampir ke sini sebentarOh Miri mengangguk pelanK