Cuplikan Chapter ini
Armans POVArman Arkani belum pernah menghadapi kematian sebelumnya Ketika ayahnya meninggal pun ia masih sangat kecil Ingatan tentang wujud sang ayah terasa samar belum lagi sentuhan dan waktu yang mereka habiskan bersama Cerita dari Seno dan kakak-kakak tirinya yang lain tak membangkitkan kenangan apapunArman hanya mengenali ayahnya dari foto Seorang pria paruh baya berambut putih keriput dan berbagi ciri wajah yang serupa dengannya Pria itu tersenyum dalam foto menggendong ba