Cuplikan Chapter ini
Arman tersentak bangun dari rasa kantuk yang menghujam tubuh masih duduk di bangku panjang area resepsi rumah sakit Matahari telah meninggi Cahaya musim gugur yang lembut menembus permukaan jendela dan membelai wajah Arman membuatnya menyipitkan mata Kehangatannya membuat tubuh rileks Ia mengedipkan mata kuat-kuat melawan keinginan untuk kembali tidur Di sampingnya Kemal masih terlelap Kepalanya mengangguk-angguk sesekali terbangun untuk menegakkan tubuhnya yang merosot di kursi