Cuplikan Chapter ini
Dalam sekejap mata Arman telah terkurung dalam pelukan Namira Kulit lengannya yang terasa lembut dan dingin ketika melingkari leher bersama aroma bunga yang sensual menggelitik hidung ketika raga Namira semakin dekat Tak ada ruang yang tersisa bagi udara untuk menyusup di antara tubuh mereka Arman mendesah rendah merasakan manis di ujung lidah Namira yang bertaut dengannya Tangannya meraba lekuk molek yang masih terbalut gaun berbahan satin itu terasa halus di telapak tanganNamir