Cuplikan Chapter ini
Dapur NeroampBianco segera menjadi medan perang ketika para capo camerierekepala pramusajimembuka pintu untuk menyambut pelanggan yang mulai berdatangan Belum juga separuh hari berlalu lembar demi lembar pesanan tak henti mampir ke meja dapur membuat tangan para koki terus meracik bahan di stasiun kerja masing-masingSetiap kali pesanan baru datang sang kepala chef meneriakkan daftar pesanan dengan suara lantang Peralatan memasak saling beradu dentingan piring dan spatula serta k