Cuplikan Chapter ini
Nyawanya belum terkumpul benar ketika Miri merasakan tepukan di pundak Ia membuka mata menangkap sosok berseragam biru yang terbalut jaket putih Miri tersentak bangun menyadari Dokter Tarapetugas medis yang merawat Bu Aisha sejak di IGDsedang menatapnya dari balik kacamata Miri menegakkan punggung menjaga tubuhnya tetap seimbang meski sempat tertidur di kursi tungguMiri maaf ya saya bangunin ucap Dokter Tara kedua tangannya bersembunyi pada kantong jas kerjaNg nggak papa