Cuplikan Chapter ini
Di depan pintu apartemen lampu di kepala Miri baru menyala mengundang Arman ke dalam rumahnya malam ini adalah keputusan yang sembrono Jarinya berhenti di udara saat hendak menekan kombinasi angka kunci pintu depan Di balik punggungnya Arman sedang menunggu Ia menoleh ke kiri dan kanan menandai lorong yang sepi Malam yang semakin larut turut menghembuskan udara dingin sepanjang koridor membuat Arman menaikkan kerah jaket menutupi leherKurang dari 12 jam Miri akan menikah Namun