Cuplikan Chapter ini
Kedatangan Amara Wibowo di tengah ruang duka bagaikan kerikil yang menyelip di dalam sepatuwujudnya luput dari mata tapi kehadirannya mengganjal Wanita paruh baya itu duduk di salah satu meja dengan wajah tertekuk Separuh wajahnya tersembunyi di balik sapu tangan yang menutupi mulut dan hidung Dahinya mengernyit dengan pupil mata bergerak ke sana kemari menghindari setiap tatapanGaun formal hitam ala kantoran yang ia kenakan tampak kontras dengan pakaian membumi para pelayat lain B