Cuplikan Chapter ini
Armans POVTeriknya matahari memanggang puncak kepala tapi Arman masih betah berlama-lama di tempatnya bersandar Sikunya bertumpu pada puncak dinding parapet setinggi dada di lantai atap gedung Arkate yang jarang dikunjungi orangArman membuang napas panjang lalu membuka mata Suara riuh rendah kota mengisi gendang telinga bersama langit mendung akhir di bulan-bulan terakhir yang tak bersahabat Udara dingin membuat leher dan wajahnya terasa kering Namun rasanya berat kembali ke me