Cuplikan Chapter ini
Hari Senin menjadi awal dari minggu yang baru tapi kepala Arman Arkani masih tertinggal pada momen di malam bersama Namira Bukan ketika ia bermesraan dengan wanita itu Masa itu memang bergairah tapi pertanyaan terakhir yang Namira ucapkan menjadi magnet yang tak dapat lepas dari benak ArmanApa kamu pernah jatuh cinta pada seseorang sampai rasanya mau mati ketika nggak bersama diaArman tertunduk di meja kerja tak mengacuhkan revisi gambar proyek bangunan yang harus ia kirim sebelu