Cuplikan Chapter ini
Bus melaju tanpa banyak penumpang Bram duduk di dekat jendela Tas kanvasnya terletak di lantai diapit kedua kakinya Di luar Jakarta perlahan berubah menjadi pinggiran kota Gedung-gedung tinggi menghilang Digantikan gudang sawah bengkel dan rumah-rumah yang berdiri berjauhanBram tidak benar-benar memperhatikan Sejak bus meninggalkan Terminal ia lebih banyak memandang pantulan wajahnya sendiri di kaca Wajah yang terasa asingBus beberapa kali berhenti Penumpang naik Penumpang tu