Cuplikan Chapter ini
Bram terbangun ketika matahari sudah tinggi Kepalanya berdenyut Tenggorokannya kering Bajunya masih basah Ia tidak ingat bagaimana semalam akhirnya bisa sampai ke kontrakan Ia hanya ingat hujan lalu potongan-potongan suara Seseorang memanggil namanya Lampu kendaraan Wajah-wajah asing yang memandangnya seperti melihat mahluk dari dimensi lainIa duduk perlahan Tubuhnya terasa lebih berat daripada biasanya Di sudut kamar sepasang sepatu masih dipenuhi lumpur yang mengering Ia me