Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Bram bangun lebih awal Entah karena tidur lebih nyenyak atau karena memang tidak lagi mempunyai alasan untuk tetap berbaring Ia membuka jendela Udara Jakarta masuk bersama suara kendaraan yang mulai memenuhi jalan Untuk pertama kalinya suara itu terasa jauh Seolah kota ini sudah mulai hidup tanpa dirinyaIa mengeluarkan sebuah tas kanvas tua dari bawah ranjang Resletingnya macet di satu sisi Ia menariknya pelan hingga terbuka Tas itu tidak besar Cukup untuk beberapa potong p