Cuplikan Chapter ini
Forum sastra malam itu berlangsung seperti biasa Ruangan tidak penuh Sekitar tiga puluh orang hadir Mahasiswa Penyair Editor Penikmat sastra yang wajahnya hampir selalu sama setiap bulanDi sudut ruangan Sancaka sedang bercanda dengan dua orang cerpenisEh Si Bram mana Sudah lama nggak munculEntahlah mungkin lagi sibukSancaka mengangguk kecil Dalam hati ia tahu kenyataannya tidak sesederhana ituAcara dimulai Satu penyair membacakan puisinya Disusul diskusi Kemudian seoran