Cuplikan Chapter ini
Menjelang siang Bram tiba di kantor redaksi Sebuah map cokelat terselip di bawah lengannya Di dalamnya ada sebuah esai yang baru selesai dikerjakannya semalam Ruang redaksi tidak terlalu ramai Beberapa editor sibuk membaca kiriman naskah Di sudut ruangan dua penyair berdebat soal metafora sambil bergantian menyalakan rokok Dari ruang dalam terdengar bunyi mesin tik yang sesekali berhenti lalu kembali berdetakSuasana yang akrab Suasana yang selama ini selalu membuat Bram betah berla