Cuplikan Chapter ini
Bram terbangun ketika cahaya matahari mulai masuk melalui sela tirai Beberapa detik ia hanya berbaring Mendengarkan Rumah itu nyaris tidak bersuara Tidak seperti rumah kontrakannya yang setiap pagi dipenuhi bunyi radio tetangga suara motor atau anak-anak berlarianDi sini kesunyian terdengar berbeda Tenang Nyaman Ia bangkit perlahan Merapikan tempat tidur sebelum membuka pintu kamar Lorong masih lengang Dari arah dapur terdengar suara piring diletakkan di atas meja Pelan Teratu