Cuplikan Chapter ini
Beberapa minggu kemudianSebuah jurnal sastra memuat esai terbaru Bram Bukan cerpen Bukan puisi Melainkan sebuah esai panjang tentang hubungan antara sastra dan ingatan Sore itu ia datang ke Menteng membawa satu eksemplar jurnal tersebut Bukan untuk dipamerkan Melainkan karena ia ingin mendengar satu pendapat Pendapat Evelina Tak lebih Begitulah ia meyakinkan dirinya sendiriEsaimu tanya EvelinaIyaBoleh saya baca sekarangSilakanRuangan kembali sunyi Bram duduk di seberang S