Cuplikan Chapter ini
Beberapa hari kemudian Sancaka muncul lagi Kali ini tanpa botol Tanpa perempuan Tanpa kegaduhan yang biasanya datang bersamanya Ia hanya membawa selembar kartu undanganBerangkat kita kata Sancaka sambil meletakkan kartu itu di mejaBram mengambilnya Kertas tebal Huruf timbul Nama pemilik rumah yang bahkan belum pernah didengarnyaApa iniUndanganAku bisa lihat ituBram membaca pelan Malam Apresiasi Seni dan Sastra Ia mengangkat kepalaSalah kirimBukanMereka kenal akuMungkinMun