Cuplikan Chapter ini
Aliran sungai terdengar lebih jernih dan bisikan angin membawa melodi damai saat Dian berjalan melewati hutan kini dengan tujuan baru Kakinya melangkah ringan di atas tanah basah jauh berbeda dari langkah gontai penuh ketakutan yang ia rasakan dulu Matahari pagi menembus kanopi pepohonan menciptakan pola cahaya dan bayangan yang menari-nari Aroma pinus dan embun pagi memenuhi paru-parunya terasa begitu murni begitu hidupNenek Sari berjalan di sampingnya tongkat kayunya menapak pela