Cuplikan Chapter ini
Dian termenung di beranda penginapan menatap puncak Semeru yang diselimuti kabut pagi Kalung jimat dari Nenek Sari terasa dingin di lehernya Ia masih mencoba mencerna semua perkataan Nenek Sari tapi otaknya terasa buntu Memahami Gimana caranya memahami monster yang numpang hidup di badan gue NekNona Dian sarapan udah siap suara Bu Siti membuyarkan lamunannya Wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa kekhawatiran dari insiden Joni kemarinDian menghela napas Iya Bu Bentar lagi gue tur