Cuplikan Chapter ini
Malam bulan purnama merayap pelan menyelimuti desa Gunung Sari dengan selubung perak yang tipis Nenek Sari dengan wajah serius meniupkan abu sisa dupa ke seluruh ambang pintu gubuknya mengucap mantra perlindungan kuno yang nyaris tak terdengar Asap kemenyan mengepul tipis membentuk pusaran di udara seolah menutupi gubuk itu dari mata-mata tak kasat mata Dian berdiri di sampingnya mengenakan jaket tebal yang menutupi pola sulur hitam di tubuhnya namun merasakan denyutan kuat di dada