Cuplikan Chapter ini
Dian berlari menembus kegelapan hutan yang kian pekat napasnya terengah-engah Jantungnya berdebar kencang bukan hanya karena kelelahan tapi karena rasa takut dan kemarahan yang meluap Botol-botol kecil berisi Air Suci Semeru dan kelopak Bunga Matahari Malam ia genggam erat seolah itu adalah satu-satunya jaminan keselamatannya Arga Pria karismatik berwajah dingin itu Dia bukan sekadar ancaman dia adalah musuh yang jauh lebih berbahaya dari yang Dian bayangkan Dia tahu banyak hal te