Cuplikan Chapter ini
Dian berdiri di tengah desa yang hening matanya menatap tajam ke arah hutan Udara terasa semakin dingin bukan hanya karena malam tapi karena aura tegang yang menyelimuti Bunga Hitam di dadanya berdenyut kencang responsif seperti seekor binatang buas yang baru terbangun Nenek Sari muncul dari gubuknya berdiri di samping Dian memegang tongkatnya erat-erat matanya juga menatap kegelapanNek dia beneran bakal dateng kan bisik Dian suaranya sarat antisipasiDatang Nona Jangan ragu