Cuplikan Chapter ini
Dian meringis merasakan denyutan Bunga Hitam di dadanya yang masih murka Proses pemberian jimat pelindung untuk para wanita desa telah menguras tenaganya dan penolakan Bunga Hitam yang intens membuatnya merasa terpecah belah Ia duduk bersila di gubuk Nenek Sari tubuhnya gemetar karena kelelahan sementara Nenek Sari menatapnya dengan pandangan serius Malam semakin pekat di luar dan bulan purnama yang akan menjadi saksi pertarungan besarnya dengan Arga tinggal menghitung jamNek gue