Cuplikan Chapter ini
Udara dingin menusuk saat Dian dan Nenek Sari bersembunyi di balik semak belukar tebal mengintai rumah kosong tempat Arga berkumpul dengan kelompoknya Malam itu bulan sabit tipis nyaris tak memberikan cahaya menyisakan kegelapan pekat yang sempurna untuk menyelinap Aroma pinus dan lumut basah bercampur dengan bau asap rokok yang samar dari rumah ituNek Nenek yakin aman kita nguping sejauh ini bisik Dian suaranya pelan dan tertahan giginya sedikit gemeretak menahan dingin Ia menceng