Cuplikan Chapter ini
Dian berlari menembus hutan yang gelap napasnya terengah-engah paru-parunya serasa mau meledak Setiap langkah terasa berat kakinya perih akibat jatuh tadi Pola sulur hitam di lengannya berdenyut liar memancarkan rasa panas yang membakar seolah Bunga Hitam dalam dirinya ikut mengamuk Ia mencengkeram botol Air Suci dan kelopak Bunga Matahari Malam erat-erat satu-satunya harapannya Di belakangnya ia masih bisa mendengar teriakan Arga dan anak buahnya Mereka tidak menyerahSialan Mer