Cuplikan Chapter ini
Arga tertawa sinis suaranya parau namun penuh kemenangan bergema di tengah alun-alun desa yang porak-poranda Ia terhuyung-huyung memegangi dadanya yang memar tapi senyumnya tak goyah sedikit pun Dian tersentak dari benturan keras tubuhnya gemetar tapi ia tetap berdiri tegak napasnya terengah-engah Matanya menatap tajam ke arah Arga mencari celah mencari titik lemahnyaGimana Nona Anggraini Arga terkekeh darah menetes dari sudut bibirnya Kaget Lo pikir lo doang yang bisa main