Cuplikan Chapter ini
Malam itu juga setelah menguping rencana Arga yang keji Dian dan Nenek Sari langsung bergerak Tidak ada waktu untuk tidur tidak ada waktu untuk ragu Gubuk Nenek Sari menjadi arena latihan mereka remang-remang diterangi obor dan aroma dupa yang menusuk Di luar suara-suara malam terasa lebih pekat seolah hutan itu sendiri menahan napas menanti keputusan DianNek lo yakin kita punya waktu sih bisik Dian suaranya tegang Ia masih terguncang oleh perkataan Arga tentang darah wanita