Cuplikan Chapter ini
Cahaya redup lilin menari-nari di dinding gubuk Nenek Sari saat Dian kembali memasuki meditasi mendalam Aroma dupa dan kemenyan kini terasa menenangkan tidak lagi menusuk hidung Ia duduk bersila di atas tikar anyaman matanya terpejam memfokuskan perhatian pada pola sulur hitam di lengannya Nenek Sari duduk di depannya melantunkan mantra lirih yang terasa seperti bisikan anginSudah siap Nona bisik Nenek Sari suaranya tenang Kali ini jangan hanya mendengar kesedihan mereka Carilah