Cuplikan Chapter ini
Aroma rempah menyelimuti gubuk Nenek Sari bukan lagi bau dupa yang menusuk melainkan wangi rempah hangat yang menenangkan seperti balsam Perlahan Dian membuka mata Cahaya matahari pagi menembus celah dinding anyaman bambu menerangi ruangan dengan kehangatan Tubuhnya terasa lemah sangat lemah seolah setiap ototnya baru saja melewati peperangan dahsyat Namun anehnya pikirannya jernih sejernih embun pagi Tidak ada lagi beban kesedihan yang mencekam tidak ada lagi bisikan-bisikan