Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang seperti biasanya Tenang Lembut Dan penuh cahaya yang perlahan menyentuh setiap sudut rumah kecil itu Namun ada sesuatu yang berbeda Bukan pada suasana Melainkan pada perasaan Kandek duduk di teras Seperti hari-hari sebelumnya Namun kini Ia tidak lagi menunggu dengan harapan Ia hanya duduk Dengan rasa yang sudah penuh Tidak lama kemudian Langkah kaki yang ringan terdengar Wahyu Assalamualaikum Nek Waalaikumsalam Wahyu jawab Kandek dengan senyum yang beg