Cuplikan Chapter ini
Fajar perlahan menyingkap tirai malam Cahaya lembut matahari menyelinap melalui celah-celah jendela kayu menebar kilau keemasan di seluruh ruang beranda Suara burung berkicau menambah kesegaran pagi dan udara pagi yang sejuk membawa aroma tanah basah dan bunga liar dari halaman rumah Kandek Kandek membuka mata perlahan merasakan hangatnya tangan Wahyu yang masih menggenggamnya dan ketenangan dari tangan Adi yang menyentuh lengannya Senyum tipis terlukis di wajahnyasuasana pagi ini